Beranda / Berita / PENGABDIAN  KEPADA MASYARAKAT KORBAN BANJIR

PENGABDIAN  KEPADA MASYARAKAT KORBAN BANJIR

Abdul Manaf | Banjir besar Provinsi Aceh yang melanda di 18 kabupaten dan kota, pada tanggal 26, 27, 28, 29 dan 30 November 2025, merupakan banjir terbesar terbesar yang pernah terjadi di aceh sepanjang Sejarah, Dosen Bersama Mahasiswa STIT  Al-Hilal Sigli membuka posko untuk melakukan penggalangan dana, pakaian dan makanan kepada Masyarakat korban, kegiatan yang dimaksud dilakukan dalam wilayah kabupaten pidie, banjir yang melanda aceh banyak menelan korban.

Masyarakat Aceh secara menyeluruh mengalami Korban, berupa korban nyawa, korban harta benda, korban mental dan korban harapan hidup, baik di alami secara langsung maupung secara tidak langsung, secara tidak langsung masyarakat mengalami mati listrik yang berkepanjangan sehingga banyak produksi masyarakat yang terhentikan dan mengalami kerugian, baik produk UMKM maupun produk budidadaya ternak unggas, budidaya prikanan dan banyak jenis yang lainnya, harga barang mahal, susahnya didapatkan bahan bakar minyak, kebun rusak, tambak rusak, kebun yang hancur, rumah yang tertinbun, sawah yang tertinbun, kenderaan roda enam, empat dan dua yang hilang dan hancurterta tertimbun lumpur banjir, bangunan pemerintah dan milik masyarakat yang hancur, binatang yang hanyut dan tertimbun, banyak jalan dan jembatan yang rusak. Terputusnya saluran air, saluran komunikasi, sulitnya didapatkan makanan dan air bersih. Semua infra struktur untuk terpenuhinya hajat hidup Masyarakat rusak. Terjadinya pengungsian Dimana-mana, kelaparan dan timbulnya berbagai jenis penyakit kulit, terhambatnya kegiatan pembelajaran baik formal maupun non formal, dan di khawatirkan akan menjadi bencana lebih dasyat yaitu berupa meledaknya angka kemiskinan, meningkatnya angka kematian akibat kelaparan, dan terjangkitnya jenis penyakit yang mewabah, kekerasan dikalangan akan meningkat, meningkatnya angka anak putus sekolah, meningkatnya angka pengangguran dalam berbagai lapisan Masyarakat. 

Dosen STIT mengajak elemen mahasiswa Al-Hilal Sigli agar turut aktik untuk menyikapi respon bencana dimasa darurat, maka oleh karena itu, pengkalaborasian antara dosen dan mahasiswa untuk melakukan Kegiatan penggalangan bantuan dari Masyarakat pengguna jalan raya dan Masyarakat pedagang pedagang dalam wilayah kota sigli, kota kecamatan grong-grong, kota kecamatan Mutiara serta kota kecamatan sakti, kegiatan yang dimaksud dilakukan sejak tanggal 28 November 2025 sampai dengan tanggal 7 Desember 2025, barang yang terkumpul berupa pakaian bekas layak pakai, para relawan melakukan penyeleksian yaitu memisahkan pakaian laki-laki dan pakaian Perempuan, kaian bayi laki-laki dengan pakaian bayi Perempuan begitu pula jenis selimut serta pakaian dalam, sedangkan yang tidak layak tidak kami bagikan.

Bantuan Masyarakat yang diserahkan oleh Masyarakat kepada dosen dan mahasiswa sebagai relawan dari STIT Al-Hilal Sigli. Adapun dana yang terkumpul dari sumbangan masyarakat di belikan bahan-bahan yang sangat di butuhkan masyarakat korban, yaitu berupa telur, minyak goreng, pakainan dalam dan makanan siap saji.

Penyerahan bantuan yang diberikan kepada Masyarakat korban, pihak relawan terlebih dahulu melakukan identifikasi Lokasi pengungsian, jenis kebutuhan yang mendesak, sehingga memudahkan pihak relawan menyalurkan dan pihak korban memang sedang sangat membutuhkan. Bantuan tersebut di salurkan pada titik posko yang sudah di bentuk oleh masyarakat, pihak relawan tidak menyalurkan sendiri kepada masing-masing Masyarakat korban, akan tetapi menitipkan kepada posko, kami mkami menyadari bahwa pihak posko lah yang lebih mengerti secara mendalam menyangkut dengan kondisi reil baik secara psikologis maupun material dari masyarakatnya.