Beranda / Berita / Matangkan Persiapan Al-Hilal Fair 2026, Dosen Berikan Pembinaan kepada Grup Nasyid Mahasiswi PAI dan PGMI

Matangkan Persiapan Al-Hilal Fair 2026, Dosen Berikan Pembinaan kepada Grup Nasyid Mahasiswi PAI dan PGMI

SIGLI– Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi perlombaan nasyid pada ajang Al-Hilal Fair 2026, lima orang mahasiswi yang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengikuti kegiatan pengarahan dan pembinaan bersama dosen pembimbing, Syifa Mardhiah, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi PAI. Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung di Ruang Program Studi STIT PTI Al-Hilal Sigli, mulai pukul 16.30 hingga 18.00 WIB.

Pembinaan ini merupakan bagian dari persiapan mahasiswa untuk mengikuti cabang perlombaan nasyid yang akan diselenggarakan pada 9 November 2026 dalam rangkaian kegiatan Al-Hilal Fair 2026 di Kampus STIT PTI Al-Hilal Sigli. Kelima mahasiswi tersebut tergabung dalam satu kelompok nasyid yang akan membawa nama program studi sekaligus berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan tahunan kampus.Dalam perlombaan tersebut, grup nasyid ini telah mempersiapkan dua lagu untuk ditampilkan, yakni Qamarun sebagai lagu wajib dan Wakti Sahar sebagai lagu pilihan. Kedua lagu tersebut menjadi materi utama dalam proses latihan dan pembinaan. Persiapan dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek penting, mulai dari ketepatan nada, harmonisasi vokal, pengaturan tempo, kekompakan antarpersonel, hingga penghayatan terhadap lagu yang dibawakan.

Dalam sesi pembinaan, Syifa Mardhiah, M.Pd. memberikan pengarahan sekaligus evaluasi terhadap kesiapan para peserta. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis dalam bernyanyi, tetapi juga pada pembentukan kepercayaan diri dan kesiapan mental mahasiswa ketika tampil di hadapan dewan juri maupun penonton. Kekompakan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus, mengingat penampilan nasyid tidak hanya mengandalkan kualitas suara individu, tetapi juga kemampuan setiap anggota dalam membangun keselarasan sebagai sebuah kelompok.

Meski demikian, waktu persiapan yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri bagi dosen pembimbing maupun kelima anggota grup nasyid. Terbatasnya waktu menuntut proses latihan yang lebih terarah dan efektif agar seluruh materi dapat dikuasai sebelum hari perlombaan. Namun, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat para mahasiswi untuk terus berlatih, memperbaiki kekurangan, serta mengikuti setiap arahan yang diberikan selama proses pembinaan.

Di tengah waktu persiapan yang cukup terbatas, kesungguhan dan antusiasme mahasiswa menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi. Setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk memperkuat penguasaan lagu, menyelaraskan suara, serta membangun kekompakan antarpersonel. Proses ini sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar menghadapi tantangan, bekerja sama, dan mengembangkan potensi diri di luar kegiatan akademik.

Syifa Mardhiah, M.Pd. selaku dosen pembimbing menyampaikan harapannya agar kelima mahasiswi tersebut mampu memberikan penampilan terbaik pada ajang Al-Hilal Fair 2026. Ia berharap para peserta tidak hanya mampu menguasai kedua lagu yang akan dibawakan, tetapi juga dapat tampil dengan penuh percaya diri, menjaga kekompakan, serta menunjukkan penghayatan yang baik selama perlombaan berlangsung.

Menurutnya, kesempatan untuk mengikuti perlombaan merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, sekaligus melatih keberanian dalam menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, proses latihan dan pembinaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi juga memberikan pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat bagi perkembangan mahasiswa.

Partisipasi lima mahasiswi PAI dan PGMI dalam cabang lomba nasyid ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menyemarakkan Al-Hilal Fair 2026. Kehadiran mereka diharapkan dapat menunjukkan bahwa mahasiswa STIT PTI Al-Hilal Sigli memiliki potensi yang beragam, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang seni dan kreativitas Islami.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, dukungan dosen pembimbing, serta semangat untuk memberikan yang terbaik, grup nasyid ini diharapkan mampu tampil maksimal pada 9 November mendatang. Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk berani tampil, terus berkembang, dan membawa nama baik almamater.