Sigli — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif dan berkarakter, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hilal Sigli menggelar workshop bertema “Integrasi Kurikulum Merdeka, Deep Learning dan Kurikulum Cinta dalam Mewujudkan Lulusan yang Unggul dan Berkarakter”. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie serta Kementerian Agama Kabupaten Pidie.
Workshop ini diikuti oleh peserta yang beragam, mulai dari guru tingkat SD/MI hingga MA/SMA se-Kabupaten Pidie, serta dosen dan mahasiswa STIT Al-Hilal Sigli. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya integrasi antara Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning dan nilai-nilai dalam Kurikulum Cinta. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan kesadaran sosial peserta didik.
Kurikulum Merdeka memberikan ruang kebebasan bagi guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, sementara deep learning mendorong siswa untuk memahami materi secara mendalam, kritis, dan kontekstual. Di sisi lain, Kurikulum Cinta hadir sebagai penguat nilai-nilai kemanusiaan, seperti kasih sayang, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui integrasi ketiga pendekatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat. Peserta juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan kurikulum di lingkungan sekolah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata STIT Al-Hilal Sigli dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan praktisi pendidikan guna menciptakan sistem pembelajaran yang inovatif dan berdaya saing di era modern.

































