Sigli — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hilal Sigli menggelar workshop pendidikan bertema “Integrasi Kurikulum Merdeka, Deep Learning dan Kurikulum Cinta: Penggabungan Kurikulum Cinta, Deep Learning dan Kurikulum Merdeka”. Kegiatan ini berlangsung dinamis dengan menghadirkan pemateri dari kalangan guru penggerak yang berpengalaman dalam implementasi kurikulum inovatif.
Workshop ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang praktik langsung kepada peserta. Para peserta yang terdiri dari guru dan mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat simulasi penerapan kurikulum dilakukan secara interaktif.

Dalam pemaparannya, guru penggerak menjelaskan bahwa integrasi Kurikulum Merdeka, deep learning, dan Kurikulum Cinta merupakan pendekatan strategis dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam proses belajar, sementara deep learning mendorong pemahaman yang lebih mendalam, kritis, dan kontekstual. Adapun Kurikulum Cinta menekankan nilai-nilai empati, kasih sayang, dan pembentukan karakter peserta didik.
Sesi yang paling menarik adalah simulasi penerapan penggabungan ketiga kurikulum tersebut. Dalam praktiknya, peserta diajak merancang skenario pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, dan spiritual secara seimbang. Metode ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang tidak hanya aktif, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil praktik mereka. Hal ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman tentang implementasi kurikulum di kelas.
Melalui workshop ini, STIT Al-Hilal Sigli menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan di era modern.


































