Jakarta/Sigli – Perjuangan menjadikan PTI Al-Hilal Sigli sebagai perguruan tinggi negeri terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen besar Pemerintah Kabupaten Pidie dalam mewujudkan lahirnya IAIN Al-Hilal Sigli dibuktikan melalui kunjungan langsung Ketua Tim Fasilitasi Alih Status Penegerian PTI Al-Hilal Sigli ke Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, di Jakarta, Kamis (25/06/2026).
Audiensi tersebut dipimpin oleh Asisten I Setdakab Pidie, Dr. Drs. H. Nadhar Putra, M.Si., selaku Ketua Tim Fasilitasi Penegerian. Kehadirannya disambut langsung oleh Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama, Dr. Achmad Mahfud Arsyad, M.Ag, serta dilanjutkan dengan konsultasi teknis bersama Ketua Tim Pembinaan Kelembagaan PTKIN, Andi Subiyanto, S.H.

Dalam pertemuan itu, Nadhar Putra menyampaikan aspirasi besar masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pidie yang menginginkan hadirnya perguruan tinggi Islam negeri di daerah tersebut.
“Kami membawa harapan besar masyarakat Pidie. Kehadiran kampus Islam negeri bukan hanya menjadi simbol kemajuan pendidikan, tetapi juga investasi besar bagi masa depan daerah,” ujarnya
Ia menjelaskan, PTI Al-Hilal Sigli memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan Islam sejak tahun 1967 dan hingga kini menaungi dua sekolah tinggi, yakni STIT dan STIS Al-Hilal Sigli. Berdasarkan pemetaan awal sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2022 dan Nomor 13 Tahun 2024, kampus tersebut dinilai memiliki potensi kuat untuk bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri.
Kabar menggembirakan datang dari Kementerian Agama. Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama, Dr. Achmad Mahfud Arsyad, menyambut positif ikhtiar besar tersebut dan mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pidie.
Menurutnya, salah satu faktor utama kegagalan penegerian kampus swasta di berbagai daerah justru terletak pada lemahnya dukungan pemerintah daerah.
“Banyak upaya penegerian PTKIS gagal karena minim, bahkan tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah. Dukungan kuat dari Pemkab Pidie menjadi modal yang sangat penting,” ungkapnya.
Audiensi kemudian berlanjut pada pembahasan teknis penyusunan dokumen studi kelayakan dan proposal penegerian. Dalam sesi khusus, Andi Subiyanto memaparkan secara rinci persyaratan administratif, kelembagaan, hingga contoh dokumen penegerian dari kampus di Bali dan Kalimantan Utara yang saat ini sedang berproses di Kementerian Agama.
Nadhar menegaskan, seluruh arahan dari Kementerian Agama akan segera ditindaklanjuti oleh tim bersama pihak kampus, termasuk percepatan penyusunan berkas oleh tim internal PTI Al-Hilal Sigli.
“Dalam dua hingga tiga hari ke depan, kami akan menggelar rapat lanjutan bersama seluruh tim fasilitasi dan pihak kampus untuk menindaklanjuti semua arahan penting dari Jakarta,” tegasnya.
Ia berharap perjuangan penegerian ini dapat segera membuahkan hasil. Menurutnya, kehadiran IAIN Al-Hilal Sigli nantinya tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat reputasi Kabupaten Pidie sebagai salah satu lumbung sumber daya manusia unggul di Aceh.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, kesiapan tim fasilitasi, serta komitmen civitas akademika PTI Al-Hilal Sigli dalam menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, harapan menghadirkan IAIN pertama di Kabupaten Pidie kini semakin nyata. Perjuangan panjang itu perlahan mulai menemukan jalannya menuju sebuah tonggak sejarah baru bagi pendidikan tinggi Islam di Aceh.

























